Selasa, 17 April 2012


Dalam upaya meningkatkan kehidupan masyarakat pada taraf yang lebih baik dan bisa berkembang secara dinamis, pendidikan mempunyai peranan yang urgen untuk mewujudkan hal tersebut. Dalam hal ini pendidikan merupakan usaha untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik dalam rangka untuk membentuk karakter, pengembangan pengetahuan dan kepribadian secara utuh,  mampu bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya serta dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah. Dengan demikian pendidikan merupakan usaha yang fundamental dalam kehidupan masyarakat.
Sehubungan dengan hal tersebut, pendidikan di dalam Islam mempunyai peranan yang amat penting dalam rangka mentransformasikan nilai-nilai yang ada di dalam Islam. Sehingga nilai-nilai yang ada dapat terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Peranan pendidikan Islam merupakan salah satu bentuk manefestasi dari cita-cita hidup untuk melestarikan, mengalihkan, menanamkan, serta mentrasformasikan nilai-nilai Islam tersebut kepada generasi penerusnya, sehingga nilai-nilai kultural-relegius yang dicita-citakan dapat tetap berfungsi dan berkembang dalam kehidupan masyarakat”.[1]
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Islam memandang bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang esensial di dalam memberikan predikat baik buruknya perjalanan hidup seseorang. Maka sudah sepantasnya, jika Islam mewajibkan untuk menuntut ilmu bagi setiap umatnya. Hal ini untuk memberikan pembinaan kepribadian terhadap peserta didiknya, yaitu pribadi yang mandiri mantap, serta tangguh di dalam memperjuangkan kehidupannya berdasarkan nilai-nilai Islam.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin pesat tidak hanya mendatangkan dampak yang positif bagi manusia, tetapi juga memiliki dampak yang negatif, yakni dengan semakin banyaknya tingkah laku anak yang menyimpang dari norma-norma agama. Oleh karena itu menajdi tanggung jawab orang tua dan lembaga pendidikan untuk mengatasinya. Lebih-lebih pada lembaga pendidikan agama (madrasah). Salah satu antisipasi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pembinaan kepribadian yang tepat kepada peserta didik secara kontinu.     
Pendidikan Islam mempunyai peranan yang urgen dalam pembinaan kepribadian peserta didik serta menanamkan budi pekerti yang luhur sebagai manefestasi dari pembangunan manusia seutuhnya. Hal ini disebabkan bahwa pendidikan Islam mempunyai orientasi pada masa depan peserta didik.
Sehingga pendidikan saat ini bukanlah membentuk manusia utuh atau sempurna yang layak untuk menjadi khalifah dibumi melainkan manusia yang individualis, materialis dan pragmatis. Hal ini sangatlah berakibat fatal karena yang kuat menindas yang lemah, yang berenang tetaplah berwenang dan yang kuat menindas yang lemah, tanpa ingat dosa. Maka dari sinilah kami akan mengangkat sebuah tema yang menyajikan tentang arti dan pentingnya pendidikan bagi kita, yang kami ambil dari pemikiran inteliktual muslim yang terkenal yaitu “Al-Jabiri”.


[1] Arifin, 2003, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara. Hlm.11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar